Cengkeh Sebagai Salah Satu Tanaman Rempah Bernilai Jual Tinggi dan Cara Memanennya

Halo sahabat pecinta tanaman, jumpa lagi dengan saya Nami, di artikelnami.blogspot.com. Tanaman memang cukup asyik dan nggak akan pernah ada habisnya buat dibahas, tanaman hias, tanaman pertanian, tanaman rempah, semuanya sangat bermanfaat bagi manusia. Kenapa demikian? Karena hanya tanamanlah yang mampu menghasilkan oksigen, sehingga makhluk hidup lainnya dapat tetap hidup dan bernapas di dunia ini.

Tak hanya itu, melalui tanaman, manusia juga dapat membeli kebutuhan sehari-harinya. Trus bagaimana caranya?

Tentu saja bisa kawan, banyak tanaman yang menghasilkan bunga atau pun buah dengan nilai jual yang tinggi, sebelumnya pada blog ini saya sudah membahas mengenai cara membuat bibit cabai , cara menanam tanaman vanili dan cara membedakannya dengan vanili hutan yang tidak memiliki nilai jual, serta cara melakukan melakukan polinasi atau penyerbukan manual pada bunga adenium supaya cepat berbuah, dan kesemua tanaman tersebut merupakan tanaman yang memiliki nilai jual.

Memanen cengkeh

Tanaman Cengkeh

Kali ini saya akan membahas mengenai tanaman cengkeh. Siapa sih yang tidak mengenal tanaman rempah yang satu ini?

Bunga cengkeh sering dimanfaatkan sebagai bumbu dapur, sebagai bahan untuk membuat obat, bahan untuk membuat minyak gosok, dan menjadi salah satu campuran dalam membuat rokok.

Panen Cengkeh
Bunga Cengkeh

Dengan banyaknya manfaat dari tanaman ini membuatnya menjadi salah satu tanaman primadona di kalangan rempah-rempah Indonesia. Harga jualnya pun cukup tinggi dan stabil, kecuali di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, akibat sepinya permintaan pasar membuat harganya menjadi cukup rendah dibandingkan dengan keadaan saat masih normal.

Tak hanya bunga cengkehnya, batang dan daun cengkeh juga memiliki nilai jual, batang atau yang disebut juga dengan "katik cengkeh" ini juga dapat dimanfaatkan menjadi minyak cengkeh sama halnya dengan daun cengkeh yang juga diolah menjadi minyak cengkeh melalui proses "destilasi".

Minyak dari daun cengkeh diolah menjadi minyak aroma terapi dan banyak permintaan akan minyak daun cengkeh ini datang dari luar negeri yang dipergunakan sebagai minyak untuk spa modern maupun permintaan yang datang dari perusahaan pembuat produk olahan dari minyak daun cengkeh.

Sedangkan pohonnya yang sudah tua dan mati, oleh para petani dimanfaatkan sebagi kayu bakar untuk memasak. Sehingga nggak ada yang terbuang percuma dari pohon cengkeh ini. 

Usia tanaman cengkeh bahkan dapat menapai puluhan hingga ratusan tahun lamanya. Tingginya dapat mencapai belasan hingga puluhan meter.

Karakter dari kayu pohon cengkeh yang kering dan mudah patah, membuat para petani cengkeh tak dapat secara langsung menaiki pohon ini untuk memanen bunganya. Maka dari itu para petani cengkeh yang ada di daerah saya di Bali, pasti akan menggunakan alat bantu yang terbuat dari sebatang bambu petung, bambu ini kemudian dilubangi dan pada lubang tersebut dipasangi dengan kayu pijakan (palit) yang terbuat dari kayu melandingan (kayu lamtoro). Setelah bambu petung sudah dipasangi palit atau pijakannya maka jadilah sebuah alat bantu untuk memanen cengkeh yang diberi nama banggul.

alat untuk memanen cengkeh

alat untuk memanen cengkeh

Banggul untuk Memanen Cengkeh

Banggul sendiri dapat memiliki ketinggian hingga puluhan meter. Nah memalui banggul yang didirikan dan telah terikat pada pohon cengkeh inilah para petani memanen bunga cengkeh.

Para pemanen cengkeh juga akan membawa pengait dari bambu atau besi untuk menjangkau dahan cengkeh yang agah jauh, juga membawa sebuah karung beras yang dibentuk seperti tas, sebagai tempat untuk menaruh hasil panen cengkeh ketika berada di atas banggul. 

Tas dari karung untuk panen cengkeh

Tas dari karung Beras

Setelah panen, kemudian bunga cengkeh dipisahkan dari batangnya, orang Bali biasa menyebutnya dengan istilah "ngepik cengkeh" yang biasanya dilakukan secara beramai-ramai supaya cepat selesai. Kemudian cengkeh dapat dijemur.

ngepik cengkeh

Ngepik Cengkeh

Ya, setelah dipanen dan dipisahkan dari batangnya, sebelum dijual cengkeh dan batangnya harus dijemur terlebh dahulu sampai kering. Biasanya proses penjemuran ini memanfaatkan sebuah terpal sebagai alasnya, dari awal menjemur di bawah terik matahari kira-kira akan memakan waktu selama 3 hari proses penjemuran.

Proses menjemur cengkeh

Menjemur Cengkeh

Menjemur batang cengkeh

Menjemur Batang Cengkeh

Berikut ini video cara memanen cengkeh agar setelah dipanen, untuk panen selanjutnya bunga cengkeh dapat tumbuh dengan lebat :


Oh iya, cengkeh merupakan tanaman yang masa panennya setiap tahun, jadi agar hasil panen melimpah kita juga dapat merawatnya dengan cara memberi pupuk kompos maupun pupuk kandang seperti kohe sapi.

Semoga artikel sederhana saya kali ini bisa bermanfaat ya sahabat pecinta tanaman, sampai berjumpa lagi pada artikel saya selanjutnya.

Penulis : Nami

Sumber referensi : opini pribadi

Sumber gambar : Dokumen pribadi




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Budidaya Tanaman Vanili yang Dijuluki Sebagai Emas Hijau pada Lahan Sempit

Cara Mudah Membuat Bibit Cabai