Cara Budidaya Tanaman Vanili yang Dijuluki Sebagai Emas Hijau pada Lahan Sempit
Vanili, Si Emas Hijau yang Banyak Dicari karena Harganya Selangit
Halo sobat blogger, jumpa lagi bersama saya Nami, di artikelnami.blogspot.com, pada pstingan sebelumnya saya sudah membahas tentang cara mudah membuat bibit cabai dari awalnya yang masih berupa biji cabai sampai tumbuh menjadi bibit cabai yang siap tanam.
Nah kali ini saya akan membahas cara membudidayakan tanaman vanili pada lahan sempit berdasarkan pengalaman pribadi saya. Sebelumnya saya ingin bertanya, tahukah sobat blogger vanili itu apa? Dan kenapa sebaiknya kita membudidayakan tanaman vanili?
Vanili merupakan salah satu tanaman rempah yang mampu hidup dengan baik pada daerah tropis seperti di Asia Tenggara termasuk Indonesia dan juga beberapa negara lainya yang memiliki iklim tropis. Vanili biasanya dimanfaatkan sebagai bahan dalam campuran membuat kue atau pun campuran pada minuman seperti susu kemasan yang sekarang banyak memiliki perisa dari vanili, tak hanya sektor kuliner, vanili juga kerap dijadikan sebagai bahan dasar dalam membuat parfum yang banyak dicari oleh kalangan kelas bawah sampai kelas atas. Aroma wangi vanili yang khas membuat siapa saja yang menghirupnya akan menjadi merasa tenang.
Harga jualnya yang tinggi, bahkan di daerah saya di Bali per kilogram keringnya mencapai 5 sampai 6 juta rupiah, membuat buah vanili juga dijuluki sebagai si emas hijau karena harganya yang setara dengan harga emas. Jadi itulah alasan dari saya kenapa kita hendaknya bila memiliki lahan yang terbengkalai kita manfaatkan saja sebagai lahan untuk membudidayakan tanaman vanili ini. Tak ada alasan untuk tidak mencoba membudidayakanya karena pada lahan sempit sekalipun tanaman ini masih dapat tumbuh dengan subur, asalkan kita tahu caranya.
Kapur Dolomit
Hal pertama yang harus dipersiapkan adalah media tanam dan juga bibit dari vanili yang akan kita tanam. Terlebih dahulu kita akan membahas mengenai media tanam dari tanaman vanili. Vanili dapat tumbuh dengan subur pada tanah yang memiliki tekstur tanah yang gembur, maka dari itu kita perlu mencampurkan beberapa bahan berikut ini menjadi satu bersama dengan tanah.
- Kapur dolomit, kapur dolomit diaplikasikan pada tanah dengan cara menggemburkan terlebih dahulu tanah atau lahan yang sudah kita persiapkan lokasinya, setelah tanah gembur, taburi dengan kapur dolomit secara merata, kemudian aduk tanah yang bercampur dengan kapur dolomit sampai merata dengan tanah, kemudian diamkan selama 40 hari, sebelum ditanami dengan tanaman vanili. Kapur dolomit ini berfungsi sebagai penetral kadar keasaman pada tanah, sehingga tanah yang akan dipergunakan untuk mengembangbiakan tanaman vanili tidak terlalu bersifat asam, yang dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan dari tanaman vanili kita.
- Setelah 40 hari, selanjutnya kita menanam tanaman yang akan dipergunakan sebagai tajar atau tempat merambatnya tanaman vanili. Sobat blogger dapat menggunakan tanaman gamal, tanaman kelor, atau pun dapat juga menggunakan tiang dari beton sama seperti halnya tiang beton yang dipergunakan sebagai tajar untuk budidaya tanaman buah naga. Namun saya sarankan untuk menggunakan tajar dari batang pohon gamal. karena lebih budah dicari dan juga nantinya sekaligus dapat dipergukan sebagai naungan dari pohon vanili terhadap cahaya matahari secara langsung, karena tanaman vanili juga harus memperoleh sinar matahari hanya 50% saja dari cahaya matahari normal agar dapat tumbuh dengan baik.
- Setelah tajar dari batang gamal yang kita tanam tumbuh, kira-kira menunggu lagi 2 minggu, selanjutnya kita campur tanah di sekitar tajar dengan menggunakan kotoran sapi yang sudah kering dan menjadi seperti tanah juga sekam padi yang sudah dibakar. dengan perbandingan 1 banding 1. Setelah tercampur rata, diamkan lagi tanah yang sudah dicampur tersebut selama seminggu, dan jangan lupa untuk menyiramnya di pagi dan juga sore hari. Kenapa demikian? Karena bila langsung dipergunakan untuk menanam vanili maka bibit vanili yang kita tanam akan menjadi cepat busuk, akibat dari kotoran sapi yang akan mengeluarkan gas panas saat bercampur dengan sekam padi bakar, yang mengalai proses pembusukan.
- Setelah satu minggu baru kita menanam bibit vanili tadi dengan cara menempelkannya pada batang pohon gamal dengan cara diikat menggunakan tali rafia. Bagian bawah dari bibit vanili juga diposisikan supaya sedikit tertanam oleh tanah. Kemudian siram tanaman vanili sobat blogger setiap pagi dan juga sore hari, dengan tidak lupa mengontrol kadar kelembabannya agar tidak terlalu basah juga tidak terlalu kering. Karena bila terlalu kering maupun terlalu basah, batang vanili akan menjadi kuning atau busuk.
Bibit Vanili Planifolia
Tadi kita sudah membahas tentang media tanam dari tanaman vanili yang akan kita budidayakan, sekarang kita akan membahas mengenai bibitnya.
Bibit tanaman vanili ada bebrapa jenis, ada vanili hutan yang tidak dapat dijual buahnya karena tidak memiliki aroma wangi, juga ada vanili planifolia dan juga vanili tahiti yang memiliki kualitas dan juga nilai jual yang tinggi. Saya sarankan untuk menanam vanili planifolia karena bibitnya lebih mudah untuk didapat juga menurut saya lebih tahan terhadap segala cuaca.
Banyak petani pemula yang pada akhirnya mengalami kerugian karena ternyata telah menanam bibit vanili hutan. Lalu bagaimana caranya kita mengetahui yang mana vanili hutan dan juga yang mana vanili planifolia?
Cara palig mudah yaitu melihat dari tekstur daunnya, vanili hutan memiliki tekstur daut yang alot jadi walaupun telah digulung atau ditekuk daunnya tidah akan patah. Berbeda dengan vanili planifolia yang akan patah apabila terkena tekukan, tekstur daunnya lebih kaku dan renyah. Cara selanjutnya yaitu vanili planifolia atau jenis vanili yang memiliki nilai ekonomi, buahnya akan mengeluarkan bau khas vanili yang harum, untuk mendapatkan buah vanili planifolia juga memerlukan bantuan manusia dengan cara mengawinkan bunganya, sedangkan untuk vanili hutan akan dapat berbuah walaupun tidak dibantu unruk dikawinkan bunganya. Terakhir, getah dari vanili planifolia akan menyebabkan gatal-gatal bahkan iritasi bila terkena kulit atau bagian tubuh manusia.
Daun Vanili Planifolia Patah saat Ditekuk
Bibit vanili dapat kita peroleh dari melakukam penyetekan dengan cara menanam potongan sulur batang vanili, ataupun dengan cara mencangkok juga dapat dengan cara menanam biji vanili. Namun saat ini sudah banyak orang yang menjual bibit vanili dalam wadah polybag yang sudah siap untuk ditanam, biasanya banyak dijual secara online. Dari sejak awal menanam tanaman vanili yang masih kecil, kita harus menunggu selama minimal 2 tahun, agar dapat memanen buahnya, namun sudah tentu, semua pengorbanan kita dari awal pasti akan setimpal dengan hasil dari yang akan didapat dari memanen buah vanili.
Video Cara Membedakan Vanili Hutan Dengan Vanili Planifolia
Sekian artikel saya kali ini semoga bisa memberi manfaat bagi para pembaca ya, salam blogger.
Penulis : Nami
Suber referensi : Pengalaman Pribadi
Sumber gambar : Dokumen Pribadi




Komentar
Posting Komentar